Monday, December 1, 2014

Cara Membuat Search Engine di Blog


Tentu kita semua sudah tahu apa itu Search Engine, Search Engine adalah mesin pencarian agar kita lebih mudah mencari judul ataupun kata2 yang berkenaan dengan blog kita. Search Engine merupakan contoh aplikasi dari Information Retrieval adalah proses menemukan bahan (biasanya dokumen) dari bersifat terstruktur (biasanya teks) yang memenuhi kebutuhan informasi dari dalam koleksi besar (biasanya disimpan di komputer).

Kemudahan dengan adanya search engine adalah kita bisa mencari tahu tentang suatu hal yang kita inginkan sesuai dengan keyword yang kita ketikkan, dalam hal ini adalah bagaimana caranya membuat search engine di blogger.

Caranya dengan cara manual yang biasa banyak dipakai oleh para Blogger, yaitu :

1. Login ke blogger terus klik Layout




2. Terus pilih Elemen Halaman kemudian disitu ada tulisan Tambah gadget klik link tersebut dan sesuaikan dimana tempatnya menaruh search engine



3. Kemudian pada layar baru yang muncul pilih HTML/Javascript

kemudian copy/paste script/kode berikut ini di dalam kolom konten.

<form action="http://nama-blog.blogspot.com/search" method="get"> <input class="textinput" name="q" size="30" type="text"/> <input value="search" class="buttonsubmit" name="submit" type="submit"/></form>




Ganti nama-blog dengan nama blog anda.. Contoh menjadi culturexotic.blogspot.com
jika telah diganti, dan telah copy/paste kodenya maka klik "save"

maka setelah itu akan muncul search engine seperti berikut di tempat yang telah ditentukan


maka setelah muncul tampilan di atas berarti kita telah bisa membuat search engine di blog. Terima kasih :)

Batik Indonesia Menjadi Warisan Budaya Dunia





Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang sangat membanggakan. Dahulu, batik menunjukan status sosial pemakainya. Lantaran tradisi membatik diwariskan turun temurun dalam keluarga, sehingga memiliki corak batik mewakili keluarga tertentu.


Seiring perkembangan zaman, corak batik semakin beragam, bahkan batik sudah merambah dunia fashion modern. Budaya batik di Indonesia juga sudah dikenal masyarakat dunia. Karenanya, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, sejak tanggal 2 Oktober, 2009.

Budaya batik di Indonesia tidak hanya terdapat pada suku Jawa, melainkan hampir terdapat pada seluruh suku dan etnis yang ada. Seperti Batik Bali, Batik Madura, Batik Tasik, Batik Banten, Batik Betawi, Batik Minangkabau dan masih banyak lagi.

Kini generasi muda di Indonesia cukup bangga mengenakan pakaian bermotif batik. Malah menjadi tren dalam beberapa fashion. Bahkan ada yang membawakan batik pada ajang fashion show di manca negara. Seperti ajang fashion shom di New York Amerika Serikat pada November 2013.

Seiring perkembangan fashion batik, bahan dasar untuk batik juga bertambah banyak. semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Kini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya.

Pesta Bakar Batu Tradisi dari Daerah Papua

Dengan letak geografis berada di daerah paling timur Indonesia, Papua bukan saja memiliki kekayaan alam melimpah, namun juga budaya yang cukup eksotis dan masih cukup melekat dalam kehidupan masyarakatnya.  




Salah satu budaya yang sampai saat ini masih terjaga dan dijalani masyrakat adat Papua adalah Bakar Batu. Tradisi ini masih terpelihara karena mempunyai makna tersendiri bagi warga Papua.



Banyak makna yang terkandung dalam Budaya Bakar Batu, antara lain sebagai wujud rasa syukur terhadap limpahan berkat, rezeki, acara pernikahan, penyambuan tamu besar. Pesta ini juga diadakan sebagai upacara kematian dan merupakan ritual tradisi. Bukan hanya itu saja, pesta bakar batu ini juga kerap digunakan sebagai simbol perdamaian setelah perang antar suku.


Dalam acara ini akan terlihat bagaimana hubungan solidaritas dan kebersamaan di antara warga Papua. Selain itu, tradisi ini juga mempunyai makna lain yaitu sebagai ungkapan untuk saling memaafkan antar warga.

Proses Bakar Batu

Apa sih sebenarnya Bakar Batu itu? Bakar Batu merupakan sebuah cara yang digunakan warga Papua dalam memasak dan mengolah suatu jenis makanan dalam pesta tertentu.

Setiap suku maupun daerah di Papua memiliki sebutan tersendiri untuk tradisi ini. Sebagai contoh, masyarakat Paniai menyebutnya dengan gapii atau mogo gapii. Masyarakat Wamena menyebutnya kit oba isago, sedangkan masyarakat Biak menyebutnya dengan istilah Barapen. Namun istilah yang paling umum digunakan untuk Tradisi Bakar Batu ini ialah Barapen.

Dalam pelaksanaannya, pesta Bakar Batu diawali dengan mencari kayu bakar dan batu oleh kaum pria.  Selanjutnya batu dan kayu bakar yang telah dikumpulkan tadi disusun dengan urutan batu-batu berukuran besar diletakkan pada bagian paling bawah, kemudian bagian atasnya ditutupi dengan kayu bakar.

Kemudian, disusun lagi batu-batu dengan ukuran yang lebih kecil hingga bagian teratas ditutupi dengan menggunakan kayu. Barulah selanjutnya tumpukan batu dan kayu tersebut dibakar hingga batu menjadi panas.

Setelah batu menjadi panas, setiap suku menyerahkan babi dan secara bergiliran setiap kepala suku memanah babi tersebut.

Prosesi memanah ini juga mempunyai makna tersendiri. Apabila dalam sekali panah babi tersebut langsung mati, maka hal ini menandakan bahwa acara tersebut akan sukses. Namun sebaliknya, jika babi tersebut tidak langsung mati, maka diduga sesuatu yang tidak beres akan terjadi pada acara tersebut.

Jika tujuan acara bakar batu ini adalah untuk upacara kematian, maka prosesinya beda lagi. Dalam hal ini, beberapa kerabat membawa babi sebagai tanda belasungkawa mereka. Jika tidak membawa babi, mereka akan membawa bungkusan yang berisi tembakau, rokok kretek, kopi, garam, gula, minyak goreng dan ikan asin. Hal lain yang dilakukan yaitu ketika mengucapkan belasungkawa, maka masing-masing harus berciuman pipi dan berpelukan erat.

Saat kaum pria menyiapkan babi yang akan dbakar, kaum wanita akan menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dimasak. Hewan ini kemudian dibelah, mulai dari bagian bawah leher sampai kaki belakang. Isi perut yang tidak dimakan akan dibuang dan yang akan dimakan maka harus dibersihkan terlebih dahulu. Begitu juga dengan sayur-sayuran dan umbi-umbian yang akan dimakan.

Kaum pria juga menyiapkan sebuah lubang yang besarnya disesuaikan dengan banyaknya makanan yang akan dimasak. Kemudian lubang tersebut dilapisi dengan alang-alang serta daun pisang.

Dengan menggunakan apando yaitu jepit kayu khusus, batu-batu yang telah panas tadi pun dipindahkan dan didudu di atas daun-daunan tadi. Setelah itu dilapisi lagi dengan alang-alang. Barulah di atasnya dimasukkan daging babi. Selanjutnya, babi bakar tersebut ditutup lagi dengan daun-daunan. Tak lupa setelah itu, batu-batu panas kembali diletakkan di atasnya dan dilapisi lagi dengan menggunakan rumput-rumputan yang tebal.

Umbi-umbian dan sayur-sayuran yang telah disiapkan tadi pun diletakkan lagi di atasnya dan kembali ditutup dengan daun-daunan. Terakhir barulah menaburinya dengan tanah dengan tujuan agar panas yang berasal dari batu tidak menguap. Kemudian menunggu sekitar 60 sampai 90 menit sampai daging babi matang dan tidak lupa untuk memberikan garam dan penyedap rasa.

Setelah semuanya siap, tibalah saatnya bagi warga untuk makan bersama menyantap hidangan babi tersebut. Semua penduduk akan dan berkerumun mengelilingi makanan tersebut.

Dalam hal ini, kepala suku akan mendapat jatah pertama, barulah selanjutnya diikuti oleh semua orang baik pria, wanita, orang tua, maupun anak-anak.

Terlepas dari makna dan tujuan pesta bakar batu sebagi ritual, tradisi ini mengajarkan kehidupan sosial yang ditandai dengan solidaritas, kebersamaan, dan kerjasama yang baik. Satu tradisi yang patut dicontoh untuk menuju Indonesia Hebat.